04 January 2014

The 48 Laws of Power

Robert Greene banyak menulis buku, namun hanya 2 buku yang jadi Top Best Seller sepanjang masa : The 48 Laws of Power dan The 33 Strategies of War. Kehebatan buku-buku karya Greene ini terletak pada kemampuanya menyusun teori-teori kekuasaan, contoh-contoh nyata dampaknya bagi yang melaksanakan dan yang mengabaikan. Literatur yang lengkap sebagai pendukung teori-teori kekuasaan pada buku-buku karya Greene menghasilkan suatu gambaran yang sempurna tentang kekuasaan itu sendiri. 

Buku-buku Greene, secara utuh atau partial banyak digunakan, dikutip, dijadikan referensi dalam buku-buku lain di seputar motivasi, politik, bisnis dan lain-lain. Hampir seluruh negarawan, pemimpin, konglomerat, politisi terkemuka dunia menjadikan buku Greene sebagai salah satu “Buku Suci” mereka.

Pada Buku The 48 Laws of Power terdapat 48 hukum kekuasaan.
Hukum 1: “Jangan pernah terlihat lebih baik dari atasan Anda.”
Senantiasalah buat atasan Anda lebih superior, lebih nyaman. Buatlah atasan Anda tampil lebih brilian
daripada yang sesungguhnya. Jangan sampai dia merasa terancam. Jangan berlebihan menunjukan kelebihan Anda.

Hukum 2: “Jangan pernah terlalu mempercayai teman, pelajarilah cara memanfaatkan musuh.”
Ingat : sebagian besar manusia jatuh karena temannya. Bukan musuh yang utama menyebabkan Anda kalah atau jatuh atau sengsara, tetapi teman-teman Andalah yang punya peluang/ potensi menyebabkan hal itu. Hati-hati.

Hukum 3: “Sembunyikan niat Anda.”
Jangan pernah utarakan tujuan yang sebenarnya dibalik tindakan Anda. Simpan baik-baik niat Anda yang sesungguhnya. Jangalah Anda terlalu polos. Terlalu transparan sehingga mudah dibaca semua orang. Tidak semua orang suka meski niat Anda itu baik.

Hukum 4: “Senantiasa bicara lebih sedikit daripada yang diperlukan.”
Orang terkesan pada Anda bukan karena Anda banyak bicara. Bicaralah sedikit mungkin. Semakin Anda banyak bicara, semakin banyak kelemahan Anda yang dapat dinilai orang. Jangan terlalu berterus-terang.

Hukum 5: “Reputasi itu sangat penting, jagalah dengan nyawa Anda !”
Reputasi itu landasan, harga dan nilai diri Anda sebagai manusia. Ciptakan Reputasi yang kuat, kokoh sehingga tidak bisa diserang apalagi dihancurkan oleh orang. Jangan ada celah sedikitpun bagi reputasi Anda.

Hukum 6: “Carilah perhatian berapun harganya.”
Popularitas itu pintu untuk kesuksesan. Jika Anda tidak dikenal, bagaimana Anda bisa mencapai cita-cita? Bagi seorang politisi: cercaan, hinaan, olok-olokan, kritik dst pun akan dijadikan peluang untuk cari perhatian/ketenarannya. Manfaatkan sebaik-baiknya.

Hukum 7: “Mintalah orang lain bekerja keras untuk Anda.”
Pergunakan kebijaksanaan, ilmu pengetahuan, riset orang lain untuk membantu tujuan Anda. Jangan pernah lakukan sendiri apa yang bisa dilakukan orang lain untuk Anda. Gunakan semua pesona dan kemampuan Anda untuk menggerakan orang lain.

Hukum 8: “Usahakan orang lain mendatangi Anda - Gunakan umpan bila perlu.”
Ketika orang lain bertindak, selalu lebih baik Anda pegang kendali.

Hukum 9: “Raihlah kemenangan lewat tindakan, jangan pernah menang lewat perdebatan.”
Jauh lebih baik Anda menang tanpa mengucapkan satu kata pun.

Hukum 10: “Jangan sampai terinfeksi. Hindarilah orang-orang yang tak bahagia dan orang Sial.”
Sial, frustasi, kegilaan, dan kesengsaraan itu menular.

Hukum 11: "Usahakan orang lain tetap tergantung kepada Anda."
Untuk mempertahankan kebebasan, Anda harus selalu dibutuhkan dan diinginkan. Semakin sering Anda dijadikan andalan, semakin besar kebebasan yang Anda miliki. Bikin orang yang tergantung pada Anda merasa makmur dan bahagia.

Hukum 12: "Pergunakan kejujuran dan kemurahan hati selektif untuk perdaya korban Anda."
Satu tindakan tulus dan jujur akan tutupi lusinan kecurangan Anda. Bertindaklah jujur dan hati seolah terbuka untuk runtuhkan benteng musuh.

Hukum 13: "Saat minta bantuan, pancinglah kepentingan orang lain. Jangan belas kasihan atau rasa syukur mereka."
Jika minta tolong pada seorang teman, jangan repot-repot mengingatkan jasa baik yang pernah Anda berikan padanya dimasa lalu. Budi baik itu mudah menguap.

Hukum 14: "Berperanlah sebagai seorang teman, bekerjalah seperti seorang mata-mata."
Kenalilah teman dan rival Anda, kumpulkan semua informasi maka Anda akan selalu selangkah lebih maju dari mereka. Informasi = kekuatan.

Hukum 15: "Hancurkan musuh Anda secara total."
Semua penguasa dan pemimpin pasti tahu bahwa seorang musuh yg ditakuti harus dihancurkan total. Musuh yang ditakuti itu seperti bara api yang tidak boleh dibiarkan menyala. Meski dia suram, pada akhirnya akan menyala dan membakar Anda.

Hukum 16: "Pergunakan ketidakhadiran Anda untuk meningkatkan respek dan penghormatan."
Semakin sering Anda tampil, semakin Anda tampak biasa-biasa saja. Anda harus tahu kapan Anda harus tampil dan kapan harus menghilang. Buatlah ketidakhadiran Anda menimbulkan kebutuhan dan kerinduan orang lain.

Hukum 17: "Usahakan agar orang lain selalu merasa diteror. Kembangkan aura yang tidak bisa ditolak."
Jangan tampilkan sikap yang mudah ditebak. Manusia punya kebutuhan tak terhingga dan kepuasan yang tak terbatas. Sikap Anda yang mudah ditebak, memberi mereka kendali atas diri Anda.

Hukum 18: "Jangan bangun benteng untuk lindungi diri sendiri - Isolasi adalah sesuatu yang berbahaya."
Dunia ini berbahaya, musuh ada dimana-mana. Suatu benteng mungkin adalah tempat teraman tapi sekaligus menghalangi Anda memperoleh informasi yang sangat berguna. Benteng malah bisa membuat Anda terpojok.

Hukum 19: "Ketahuilah siapa yang Anda hadapi - Jangan singgung perasaan orang yang salah."
Ada banyak jenis orang di dunia. Tidak ada yang sama. Jika Anda menyakiti orang yang salah, maka Anda akan habiskan waktu seumur hidup Anda untuk hadapi mereka yang ingin balas dendam. Bijak memilih musuh.

Hukum 20: "Jangan berkomitmen kepada siapa pun."
orang yang selalu terburu-buru memihak adalah orang bodoh. Jangan berkomitmen kepada pihak manapun. Dengan mempertahankan kebebasan Anda, artinya Anda konsisten dengan tujuan pribadi Anda. Anda menjadi tuan atas diri Anda dan orang lain.

Hukum 21: "Berpura-puralah menjadi orang tolol untuk menangkap seorang yang tolol - Berilah kesan bahwa Anda lebih bodoh daripada sasaran Anda."
Fakta bahwa tidak seorang pun merasa senang lebih bodoh daripada orang lain. Karena itu triknya adalah membuat korban Anda merasa pintar. Lebih pintar.

Hukum 22: "Manfaatkan taktik menyerah: Ubah kelemahan menjadi kekuatan."
Saat Anda lemah jangan pernah demi kehormatan. Lebih baik Anda menyerah. Menyerah memberi Anda waktu untuk memulihkan diri sambil menunggu lawan Anda lemah atau berkurang kekuatannya. Saat dia lengah, taklukanlah.

Hukum 23: "Himpun kekuatan Anda."
Hemat kekuatan dan energi Anda dengan menjaganya agar tetap terhimpun pada titik terkuat.

Hukum 24: " Berperanlah sebagai seorang penghuni istana yang sempurna."
Seorang penghuni istana yang sempurna mampu memainkan ketrampilan politik. Menguasai seni berbicara yang baik. Tahu bagaimana menyanjung atau merendah kepada yang lebih superior dan tahu cara memaksa orang dengan cara yang anggun.

Hukum 25: " Ciptakan kembali diri Anda sendiri."
Jangan pernah terima peran-peran yang diberikan masyarakat kepada Anda. Buat Indentitas sendiri. Jadilah Master Image bagi diri Anda sendiri. Jangan biarkan orang lain yang menentukannya untuk Anda. Tampilkan karakter Anda sendiri yang hebat.

Hukum 26: "Jagalah agar kedua tangan Anda tetap bersih."
Anda harus terlihat sebagai sosok teladan kesopanan. Kedua tangan Anda tidak boleh kotor. Anda harus terlihat tanpa cela dan tidak pernah lakukan kesalahan atau perbuatan buruk. Pertahankan penampilan sempurna dengan mencari kambing hitam.

Hukum 27: "Permainkan kebutuhan orang lain."
Setiap orang pasti punya kebutuhan yang sangat besar untuk mempercayai sesuatu. Berikanlah ritual untuk pengikut Anda dan minta mereka lakukan pengorbanan.

Hukum 28: "Bertindaklah dengan berani."
Jika Anda tidak yakin pada suatu hal, jangan berusaha melakukannya. Keraguan akan pengaruhi tindakan. Kesalahan apapun yang Anda lakukan dengan berani akan mudah ditutupi atau diralat dengan keberanian yang lebih besar. Semua orang kagum pada pemberani.

Hukum 29: "Buat rencana hingga tuntas."
Akhir segala sesuatu amat penting. Buatlah rencana hingga tuntas dengan perhitungkan semua kemungkinan. Bimbinglah keberuntungan dengan lembut dan bantulah tentukan masa depan Anda dengan berfikir jauh ke depan.

Hukum 30: " Berilah kesan bahwa prestasi Anda tampaknya mudah sekali dicapai."
Tindakan Anda harus tampak alami dan mudah. Semua trik dan kerja keras yang Anda lakukan untuk mencapai prestasi harus Anda sembunyikan. Kesankan bahwa semua prestasi Anda itu mudah Anda raih.

Hukum 31: "Kendalikan pilihan-pilihan Anda, suruh orang lain bermain dengan kartu yang Anda bagikan."
Tipuan terbaik adalah yang sepertinya diberi pilihan. Tapi sesungguhnya mereka adalah boneka Anda. Beri pilihan yang apa pun yang dipilih orang, pasti tetap menguntungkan Anda. Beri orang pilihan simalakama.

Hukum 32: "Bermainlah sesuai fantasi orang lain."
Kebenaran sering kali dihindarkan orang karena kebenaran sering bersifat buruk dan tidak menyenangkan. Jangan pernah cari/ungkap kebenaran dan realita kecuali Anda siap menghadapi amarah kekecewaan orang lain.

Hukum 33: "Ketahuilah kelemahan setiap orang."
Semua orang pasti punya kelemahan. Pernah salah. Punya dosa besar dst. Manfaatkanlah.

Hukum 34: "Jadilah seorang bangsawan dengan cara Anda sendiri - Bersikaplah bak seorang raja jika ingin diperlakukan seperti raja.”
Cara Anda bersikap dan membawa diri menentukan bagaimana sikap orang lain terhadap Anda. Buatlah diri Anda layak dihormati dan dihargai.

Hukum 35: "Kuasailah seni memilih waktu yang tepat."
Jangan pernah terlihat terburu-buru, tergesa-gesa dan kehilangan kendali terhadap diri Anda dan terhadap waktu. Belajarlah mundur jika saatnya belum tepat dan belajarlah menyerang secara mematikan jika saatnya sudah tepat. Kontrol waktu di tangan Anda.

Hukum 36: "Sepelekan semua hal yang tak bisa Anda miliki. Pengabaian adalah balas dendam yang terbaik."
Dengan mengatakan suatu masalah adalah sepele, Anda telah bangun eksistensi dan kredibilitas Anda. Jangan beri perhatian pada musuh Anda. Abaikan.

Hukum 37: "Ciptakan tontonan yang memikat."
Gelarlah pertunjukan memikat pada orang-orang sekiling Anda atau pada rakyat. Beri tipuan-tipuan cerdik /cantik. Saat orang-orang/ rakyat terpesona dengan permainan memikat yang Anda suguhi, tak seorang pun menyadari apa yang sesungguhnya niat Anda.

Hukum 38: "Berfikirlah sesuka Anda tapi bersikaplah seperti orang lain."
Jika Anda utarakan kebenaran/bongkar kebusukan, banyak orang akan salah paham. Jika Anda utarakan kebenaran, orang-orang akan menuduh Anda cari perhatian. Mereka cari cara menghancurkan Anda. Sebarlah ide-ide Anda itu pada teman-teman dekat dulu.

Hukum 39: "Aduk-aduk air untuk tangkap ikannya."
Amarah dan emosi itu kontraproduktif. Anda harus tetap tenang dan objektif. Buatlah musuh Anda marah. Temukan celah dalam kesombongan musuh-musuhmu yang bisa Anda pergunakan untuk membuat mereka bingung dan untuk mengendalikan mereka sepenuhnya.

Hukum 40: "Bencilah segala hal yang diperoleh secara cuma-cuma/ gratis."
Segala hal yang ditawarkan secara Cuma-cuma sering mengandung bahaya, jebakan, dsj. Sesuatu yang Cuma-cuma biasanya mengandung trik dan maksud tersembunyi. Bersikap royallah dengan uang Anda. Dengan memberi, Anda punya magnet kekuasaan

Hukum 41: "Hindarilah mengambil posisi seorang yang hebat."
Jika Anda menggantikan seseorang yang hebat, Anda harus mencapai prestasi dua kali lipatnya. Dengan berprestasi dua kali lipat barulah Anda dianggap lebih baik dari yang Anda gantikan. Ciptakan ketenaran dan indentitas Anda sendiri dengan mengubah sejarah.

Hukum 42: "Serang Si gembala maka domba-domba akan berhamburan."
Jangan biarkan ada seorang pengacau atau bawahan yang arogan. Singkirkanlah mereka.

Hukum 43: "Kenalilah hati dan pikiran orang lain."
Anda harus mampu membujuk orang lain agar mau bertindak sesuai keinginan Anda. Cara membujuk orang adalah dengan mengetahui cara berfikir dan kejiwaannya. Mengabaikan hati dan pikiran orang lain akan menimbulkan kebencian kepada Anda.

Hukum 44: "Perdaya dan pancing amarah orang lain dengan efek cermin."
Cermin melambangkan realita, tapi juga alat untuk menipu. Saat Anda mencerminkan musuh-musuh Anda dengan melakukan tindakan yang persis sama seperti yang mereka lakukan, mereka tidak bisa mengetahui strategi Anda.

Hukum 45: "Sampaikan ceramah tentang kebutuhan untuk berubah, tapi jangan terlalu melakukan banyak perubahan dalam waktu singkat."
Terlalu banyak perubahan dalam waktu singkat akan menimbulkan traumatis dan mengakibatkan revolusi. Jika Anda baru berkuasa, lakukan perubahan bertahap.

Hukum 46: "Jangan pernah terlihat terlalu sempurna."
Terlihat selalu lebih baik dari orang lain bisa menimbulkan bahaya. Tampak sempurna, tidak miliki kesalahan atau kelemahan adalah lebih berbahaya. Iri hati menimbulkan musuh-musuh bisu. Sesekali buat salah yang remeh.

Hukum 47: "Jangan melebihi sasaran yang telah Anda tentukan."
Dalam hal meraih kemenangan, belajarlah untuk tahu kapan Anda harus berhenti. Tetapkan satu tujuan Anda dan setelah Anda mencapainya, berhentilah. Jangan kesuksesan membuat Anda angkuh. Buatlah rencana sasaran baru dengan hati-hati.

Hukum 48: "Jadilah seperti uap yang tak berbentuk."
Dengan memiliki bentuk, Anda rawan terhadap serangan. Usahakan untuk terus bergerak dan adaptasi. Cara terbaik melindungi diri adalah dengan tetap fleksibel dan tak berbentuk. Jangan mengandalkan keteraturan kekal dan stabilitas. Semua pasti berubah. Tidak ada prinsip, hanya ada peristiwa. Tidak ada yang baik dan jahat, hanya ada situasi. Semua nilai-nilai tergantung waktu dan situasi.

No comments:

Post a Comment

Back To Top