07 February 2016

What To Say When You Talk To Yourself

Lingkungan dan orang-orang disekitar kita tanpa kita sadari telah mulai memprogram pola pikir kita dari saat kita kecil. Tapi sayangnya banyak program yang kurang baik masuk ke pola pikir kita. Rata-rata orang yang telah berumur 18 tahun akan mendengarkan 148 ribu kali perkataan “Kamu tidak akan sanggup” atau kata-kata lain yang memiliki makna bahwa kita tidak bisa mencapai sesuatu. Jika Anda beruntung, maka Anda hanya mendengarkan “Kamu tidak akan sanggup” sebanyak 10 ribu kali atau 50 ribu kali.

Di sisi lain. Selama 18 tahun umur seseorang, seberapa sering Anda mendengarkan apa yang bisa Anda lakukan atau apa yang bisa Anda gapai? Seribu kali kah? Atau 10 ribu kali kah? Pada kebanyakan orang terjadi ketimpangan jumlah antara kata “Kamu bisa” dan “Kamu tak bisa” yang didengar olehnya. Kata “Kamu bisa” terlalu jarang didengar oleh seseorang dibandingkan kata “Kamu tak bisa”. Ini membentuk pola pikir kebanyakan dari kita adalah pola pikir yang cenderung negative.

Bahkan setelah berumur 18 tahun, kata “Kamu tak bisa” masih dominan kita dengar dibandingkan dengan kata “Kamu bisa”.
Kata-kata yang cenderung negative ini kebanyakan datang tanpa disengaja, baik dari keluarga, guru, sobat, teman kerja, iklan, media cetak, media elektronik, dll. Seorang peneliti prilaku berkata “kebanyakan pada manusia, 70 persen dari apa yang dia pikirkan adalah negative. Yang mensabotase kesuksesannya sendiri”. Sedangkan peneliti kesehatan berkata “Sebanyak 70 persen penyakit yang ada pada diri manusia muncul karena pola pikirnya sendiri”.

Kata-kata yang cenderung negative yang datang tanpa disengaja, baik dari keluarga, guru, sobat, teman kerja. Tanpa mereka sadari dan tanpa kita sadari efeknya sangat berbahaya. Setelah bertahun-tahun  kita mendengarkan kata-kata negative yang sama, maka kata-kata tersebut akan membentuk pola pikir kita. Kata tersebut akan terukir di pola pikir kita. Kemudian kita mulai ikut-ikutan menggunakan kata-kata negative yang sama pada diri kita sendiri. Pada akhirnya kita mulai percaya dengan kata-kata negative yang diucapkan (baik oleh orang lain dan yang diucapkan oleh diri kita sendiri). Kemudian kita akan mendengarkan kata-kata negative yang sama (serta pemikiran negative yang sama) berulang-ulang, seratus kali, bisa jadi seribu kali baik yang diucapkan oleh orang lain atau oleh diri kita sendiri, bahwa “Kamu tidak akan bisa …”. Pengulangan merupakan salah satu cara terampuh untuk membuat otak kita percaya. Akhirnya kita percaya dengan kata-kata negative yang sering kali kita dengar. Yang membuat kita hidup menggunakan pola pikir negative ini. Dan Akhirnya kita menjadi apa yang dipercayai oleh pola pikir kita tersebut.

Pola pikir negative ini menjadi sebuah dinding pembatas yang tak terlihat tetapi begitu kuat yang menghalangi kita mencapai impian-impian kita. Selama kita tidak menghapus atau menulis ulang pola pikir negative yang telah terbentuk, maka pola pikir ini akan selamanya ada pada diri kita, dan akan mempengaruhi apapun yang kita lakukan dalam kehidupan.

"Kita menjadi seperti apa yang paling sering kita pikir."


Lalu pertanyaannya, Jika bicara kepada diri sendiri itu penting untuk memprogram pola pikir kita, Bagaimana cara terbaik bicara kepada diri kita sendiri? Ada 4 tingkatan cara bicara kepada diri kita sendiri :
1. Tingkatan paling rendah untuk bicara ke diri sendiri adalah ketika kita menyatakan ke diri sendiri sesuatu yang bersifat negative, menyatakan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu, dan kita mempercayai pernyataan tersebut. Kata-kata yang banyak diucapkan, antara lain : “Saya tidak bisa …”. Atau “Saya tidak akan pernah bisa …”. Atau “Jika saja saya bisa …”. Atau “Saya berharap saya bisa, tetapi saya tidak bisa …”. Contohnya : “Saya tidak bisa menggambar”

2. Pernyataan tingkat ke-2 ini seperti baik untuk kita, tetapi sebenarnya dia buruk untuk kita. Pada tingkatan ke-2 ini, kita menyadari perlunya perubahan. Kata-kata yang banyak diucapkan, antara lain : “Saya perlu …” atau “Saya sebaiknya …”. Contohnya : “Saya seharusnya lebih disiplin”. Ketika seseorang menyatakan seperti ini, berarti dia menyatakan bahwa dirinya perlu lebih berdisiplin, dan saat ini dirinya tidak disiplin (ini pernyataan negatif). Ini memperkuat pola pikir yang tidak disiplin, dan menghalangi perubahan.

Mengapa pernyataan tingkat ke-2 ini tidak baik kita ucapkan ke diri kita? Karena pernyataan ini berhasil mengidentifikasi permasalahaan yang ada, tetapi tidak menemukan solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

3. Pernyataan tingkat ke-3 ini baik untuk diri kita. Pada tingkatan ke-3 ini kita memutuskan untuk berubah. Kata-kata yang banyak diucapkan, antara lain : “Saya tidak akan pernah …” atau “Saya tidak lagi …”. Contoh : “Saya tidak akan merokok lagi”. Jika saat ini orang tersebut masih perokok. Dengan berkata seperti ini, orang tersebut mulai merubah pola pikirnya untuk menjadi seseorang yang tidak merokok lagi. Dengan rutin mengatakan “Saya tidak akan merokok lagi”, pikiran bawah sadar pelan-pelan diubah untuk mempercayai bahwa dirinya tidak akan merokok lagi.

4. Pernyataan tingkat ke-4 merupakan penyataan yang paling baik dan efektif ketika diucapkan kepada diri sendiri. Pada tingkatan ini kita menyatakan seperti apa diri kita yang lebih baik dari sebelumnya. Kata yang banyak diucapkan, antara lain : “Saya seorang …”. Yang menggambarkan dirimu yang baru. Ini adalah pernyataan yang paling efektif untuk perubahan. Dengan menyatakan bagaimana dirinya ingin menjadi sesuatu yang lebih baik. Contoh : “Saya bukan perokok”. Dengan menyatakan seperti ini berulang-ulang, seseorang memprogram pola pikirnya untuk menjadi bukan perokok.

4 comments:

Merlina Frandez said...

Good Article !

Furniture Rotan Sintetis

Zulkiplin said...

Thank you Merlina

Werner Ebner said...


An impressive share! I've just forwarded this onto a co-worker who has been conducting a little research on this. And he in fact ordered me dinner because I found it for him... lol. So let me reword this.... Thank YOU for the meal!! But yeah, thanx for spending some time to discuss this matter here on your web site. capital one credit card login

Zulkiplin said...

Thank you Werner. It's takes a lot of effort to make this summary. I finished read the book at least for a month, then i read others make the summary about this book at least a week. and then i make the summary at least a couple days.

I hope the meals is delicious one Warner. And thanks for the comment Warner, i really appreciate it

Post a Comment

Back To Top